AYAT-AYAT CINTA

TENTANG KARAKTER FAHRI
Piramid_senja

Ini Film ketujuh setelah ‘Get Married’ dan ‘ Ledhek’. Dua-duanya akan
rilis lebaran ini. Ayat-ayat Cinta di proyeksikan untuk Idul Adha,
Natal dan Tahun Baru. Bisa kebayang bukan siapa yang akan menonton film
ini.

Membaca
Novel Ayat-Ayat Cinta, membuat saya mengantuk hingga setengah buku.
Kantuk itu hilang pada saat bab mulai mengarah ke konflik. Yaitu ketika
Fahri difitnah, masuk penjara dengan vonis mati, lalu seorang gadis
kristen koptik bernama Maria datang menyelamatkan dengan ’syarat’ kalau
dia harus dinikahi dulu. Padahal Fahri saat itu sudah beristeri seorang
gadis Turki-Jerman, Kaya dan cantik bernama Aisha. Kenapa mendadak saya
tidak mengantuk? Buat saya disitulah letak religiusnya. Buat saya,
religius bukan semata-mata mulut berucap doa dan puja-puji kepada
Tuhan; religius juga bukan aktifitas menyeru tentang kebaikan di atas
mimbar, di TV, Radio atau majalah sambil berdendang asik dengan
ayat-ayat Quran dan Hadist.  Bagi saya, religius adalah ketika manusia
berada dalam kesadaran penuh atas ketidaksempurnaan. Ketidaksempurnaan
itu membuat manusia merasa dirinya tolol, merunduk, bersujud dan …
bertawaqal. Saya merasa pada saat itu Fahri menjadi tokoh yang sangat
saya cintai. Sebelumnya, Fahri adalah malaikat. Fahri adalah lelaki
sempurna, yang menurut saya, tidak ada di dunia ini. Sekalipun
Habiburrahman bilang sosok Fahri banyak kita temui di Cairo, saya tetap
tidak percaya. Saya memang melihat banyak Fahri disana. Seorang dengan
pengetahuan agama Islam tinggi. Seorang rendah hati, pejuang hidup,
sederhana dan pintar. Sekalipun saya meragukan kemampuan menguasai 4
bahasa (Inggris, Jerman, Arab dan Indonesia) sekaligus.  Keraguan saya
juga bertambah ketika dirinya  dicintai oleh 4 orang gadis cantik
dengan karakteristik berbeda-beda: Maria, seorang gadis cantik, pintar,
kritis, sekalipun seorang kristen tetapi sangat mengagumi Al quran.
Nurul, seorang gadis Indonesia, anak kyai besar di Jombang, seorang
ketua Widah (sebuah perkumpulan anak-anak Al Azhar di Cairo), cantik,
sederhana dan tentunya pintar. Lalu Noura, seorang gadis mesir yang
dianiyaya ayahnya, dipaksa dijual menjadi pelacur. Juga seorang gadis
cantik dan pintar. Terakhir, Aisha, seorang gadis keturunan
Jerman-Turki-Palsetina. Sebuah paduan sempurna yang saya tidak perlu
menjelaskan seperti apa bentuknya. Pastinya  Cuantiik nemen rek,
begitu kata orang jawa timur. Tidak hanya itu, dia juga kaya raya,
setia, pintar dan solehah. Bahkan Aisha juga seorang perempuan yang
merelakan suaminya untuk poligami. Duhai, lelaki mana yang tidak jatuh
hati sama perempuan macam Aisha? Dan Fahri, tokoh ciptaan kang Abik
yang mendapatkan hidayah itu. Bagi kang Abik, Aisha adalah bidadari
yang pantas buat Fahri yang ’sempurna’. Sungguh, saya tidak tahan
melihat sosok Fahri yang tanpa cacat itu.

Seorang kreator
adalah Tuhan bagi ciptaannya. Tidak hanya di film, dalam ranah sastra,
apalagi sastra modern, seorang penulis memiliki hak penuh (sebagaimana
Tuhan) untuk menciptakan karakter, set dan cerita. Tapi masalahnya
kreator bukan sepenuhnya Tuhan. Kreator punya tanggungjawab meyakinkan
penonton atau pembaca perihal karakternya. Ada logika ‘Ruang-Lingkup’
yang dihadirkan untuk mewujudkan kesinambungan dunia realitas karakter
dengan dunia realitas penonton ataupun pembaca. Dalam hal ini, Kang
Abik menciptakan tokoh Fahri yang jauh dari logika ‘Ruang-Lingkup’
tersebut, setidaknya cuma bab-bab awal sampai tengah. Selebihnya, Fahri
menjadi manusia biasa. Hal itu yang membuat saya tertarik.

Oleh
sebab itu pertama kali yang saya dan Salman Aristo lakukan sebelum
membuat film Ayat-Ayat Cinta, adalah membongkar tokoh Fahri. Itikad ini
saya lakukan bukan saya tidak respect dengan tokoh Fahri ciptaan kang
Abik. Melainkan justru saya ingin Fahri menjadi representasi lelaki
muslim. Representasi penonton.

Di dalam Novel digambarkan,
Fahri adalah seorang lelaki yang tidak hanya soleh. Tapi juga seorang
pemimpin Flat, panutan, kakak bagi yunior-yuniornya, seorang yang
optimistik dan percaya diri, ganteng dan pintar (menguasai 4 bahasa).
Apabila tokoh seperti ini dijabarkan lewat tulisan, akan dengan mudah
menarik simpatik pembaca. Tapi jika di visualkan? Mari kita lihat Ongky
Alexander di Catatan si Boy, atau Sakhru khan di film-film India.
Apakah saya akan membuat film yang meletakkan karakter dalam dunia
mimpi seperti sinetron-sinetron Indonesia? Tentu saja Tidak.

Fahri di Film Ayat-Ayat Cinta adalah sosok yang lugu, ragu dan tidak terlalu percaya diri. Lugu mencerminkan sifat sederhana dan apa adanya. Tidak neko-neko. Ragu
lebih kepada sikap yang selalu hati-hati. Karena itu Fahri selalu dekat
dengan Quran dan Hadist. Setiap menghadapi persoalan, Fahri bukan
seperti superman yang mendadak menjadi jagoan. Justru sebaliknya, Fahri
sangat hati-hati dan tidak show off. Hal ini tampak nanti pada saat
adegan di Metro. Di Novel, saya mendapatkan kesan Fahri seorang jagoan,
seorang Nabi yang sedang memberikan wejangan umatnya. Saya tidak bisa
membayangkan jika itu di filmkan.  Pasti jadinya akan seperti sinetron
religius yang berisi ceramah-ceramah secara verbal. Karena Film adalah
bahasa Visual, maka saya menghindari verbalitas. Di Film, Fahri menjadi
lelaki sederhana yang terlibat pertengkaran hanya karena membela
seorang perempuan. Quran dan Hadist menjelaskan itu yang memberikan
alasan Fahri bertindak. Tentu saja tidak menjadi pendekar Silat.
Melainkan sebagaimana dirinya yang sekolah di Azhar, Fahri mencoba
menjelaskan perihal adab seorang Muslim menghadapi Tamu (ahlul zimah)
yang senantiasa dilindungi kehormatannya. Tapi karena sikap Fahri yang
lugu menghadapi lelaki Arab besar yang emosional, Fahri justru
mendapatkan pukulan karena dianggap SOK TAHU dan SOK PINTAR. Bibir
Fahri sedikit berdarah akibat pukulan itu. Pada saat itulah Fahri
justru mendapatkan simpatik dari  Aisha-Alicia dan penumpang Metro.
Simpatik itu bukan karena Fahri bisa meredamkan emosi orang Arab
sebagaimana di Novel. melainkan karena keberanian fahri menghadapi
persoalan sekalipun kalah. Adegan itu juga meletakkan sosok Fahri
sebagai manusia yang tidak sempurna, bisa berdarah dan lemah. Buat
saya, ini lebih realistis.

Oleh sebab itu pemilihan Fedy Nuril
menjadi Fahri adalah hal yang menurut saya tepat. Dalam diri Fedy ada
keraguan dan kepolosan. Fedy bahkan tidak mengerti bagaimana meletakkan
kakinya pada saat tahiyat akhir. Tapi justru dengan begitu, Fedy
terlihat berusaha. Fedy yang tidak sempurna mencoba belajar menjadi
sempurna. Kebanyakan yang casting menjadi Fahri, salah menafsirkan
Fahri sebagai sosok religius. Mereka menampilkan diri mereka sangat
suci. bahkan ketika melantunkan satu ayat, terlalu over dramatic
sebagaimana ustadz-ustadz yang ada di TV dan Radio. Padahal tanpa
mereka berbuat begitupun, sesungguhnya ayat Quran sangat Indah dan
menyentuh hati.

Di Flatnya, dalam Novel ditulis kalau Fahri
seorang pemimpin sekligus abang bagi yunior-yuniornya. Terus terang
saya sangat risih dengan tingakatan Senior-Junior. Hal ini menampakkan
sisi feodalisme yang justru bukan ciri Islam. Padahal saya kerap
menemui itu di pesantren-pesantren. Di Film, saya menempatkan Fahri
tetap seorang pemimpin Flat yang bertanggungjawab atas kebersihan dan
kelangsungan aturan di Flat. Tapi bukan seorang Senior yang men jadi
panutan seperti seorang kyai menjadi panutran Santri. Sosok Saiful yang
di gambarkan kang Abik sebagai Yunior, justru saya tempatkan menjadi
sparing partner Fahri. Tingkat pendidikan Saiful sama dengan Fahri.
Keduanya sama-sama belajar agama. Bedanya, Fahri terlihat sebagai
karakter yang konservatif, Saiful justru lebih moderat. seperti Gus Dur
dan Gus Solah (solahudin Wahid). Gus Dur yang kadang nyeleneh dan
berani adalah Saiful, Gus Solah yang hati-hati dan cenderung lurus
adalah Fahri. Dengan demikian, Fahri tidak menjadi sosok paling benar
di Flatnya. Saiful menjadi teman tidak hanya dalam diskusi Islam,
tetapi teman curhat ketika Fahri mendapatkan masalah. Pada saat Syeh
Ustman menawari talaqi ke Fahri. Saiful yang diajak bicara. Begitu juga
saat Fahri di fitnah dan masuk penjara. Saiful menjadi sahabat setia.

Perobahan
karakter tersebut didasari atas berbagai pengamatan kami terhadap
penonton Indonesia. Sudah jarang kita temukan film-film sekarang yang
menempatkan sosok seperti si Boy dalam Catatan Si Boy. Film paling
laris Indonesia Ada Apa Dengan Cinta yang melahirkan idola Nikolas
Saputra, juga bukan seorang yang sempurna. Lelaki tanpa teman, sinis,
terkesan kasar sama perempuan, hanya punya seorang ayah yang hidup
dalam idealismenya, tetapi memiliki kelembutan dan cinta yang tulus.
Kesempurnaan di era paska reformasi justru menjadi pertanyaan. Bahkan
di negara berkembang sekalipun.

Saya mempunyai harapan film
ini tidak hanya sekedar film alternative di tengah bombardir Horor dan
roman cinta remaja. Film ini saya harapkan menjadi citra muslim di
Indonesia bahkan Internasional. Bahwa Islam adalah agama penuh cinta
kasih. Penuh perenungan atas ketidaksempurnaan manusia-manusia muslim
didalamnya. Bukan justru sebaliknya, radikal, terlalu meyakini atas
kebenaran, dan tidak toleran.

Wala tusho’ir khaddakallinas, wa la tansyi fil ardhi maroha, Innalloha la yuhibbu kulla mukhtalin fakhur’ (Lukman 18)


Dan janganlah kamu memalingkan wajahmu dari manusia, dan janganlah
berjalan di bumi dengan Angkuh. Sungguh Alloh tidak menyukai orang yang
sombong dan membanggakan diri …

67 Responses to “AYAT-AYAT CINTA”

  1. wenny ira Says:

    Mr. hanung aku yakin deh kalau mr. hanung yang buat filmnya pasti asli bagus…sebelum baca blogs inipun aku dah menduga..selamat ya..keep berkarya..eh jangan lupa kunjungi sitesku di http://www.rumahluka.multiply.com

  2. InOeNg Says:

    hem…aku memang tidak seberapa suka dengan novel ini, karena salah satu faktornya adalah tokoh Fahri yang menjadi sosok manusia sempurna bak seorang nabi (muhammad). sebenarnya cerita seperti ini sudah banyak diusung oleh novel2 yang berasal dari Timur Tengah (Laila Majnun, Magadalena dkk), dan penceritaanya juga lebih indah dan menyentuh. memang kalau di Indonesia Ayat2 Cinta memang bisa dibilang menjadi trend setter di dalam sastra religius (yang kemudian diikuti oleh kelompok FLP). Dan kalau boleh dinilai, novel ini bisa dikasih angka…7 lah. Namun setelah mendengar kabar kalau mas Ha nung mau garap film ini…hum..jadi penasaran juga! tapi mas, kalau boleh kasih saran neh, jangan sampe lah mas bikin film kayak Lentera Merah, selain filmya ga banget (yang lebih banyak ngikuti pasar dari pada idealisme)juga didukung dengan aktor yang…oh my God! kok bisa mereka maen film!!! aku tunggu film mas Hanung yang sekeren CAS dan Sayekti & Hanafi. good luck mas!!!

  3. Hanung Says:

    terima kasih Inoeng, Wenny. Heheh. Lentera Merah adalah test case ku bisa bikin Horor apa enggak. Dan karena itu saya jadi ngerti kalau membuat film horor itu ternyata lebih susah. Tapi terima kasih buat kritikannya. Untuk membuat film CAS dan Sayekti Hanafi, tidak hanya dibutuhkan sutradara yang gila. Tapi Produser yang juga gila. Sudah nonton ‘Kamulah Satu-satunya?’ Semoga tidak mengecewakan kamu Inoeng.

  4. 'siskaaaaa' Says:

    Mas Hanung, saya tunggu ya film ini. Saya juga menilai novel Ayat2 Cinta mulai tidak membosankan pada saat sang pengarangnya mulai meletakkan konflik =)Trus, Fedy Nuril ya? Semoga bisa memerankan tokoh Fahri dg baik. Saya selalu menonton film2nya mas Hanung lho, kecuali Lentera Merah. Dari semua yg sudah pernah saya tonton, yg paling menggigit, paling membekas, paling mengesankan, ya ‘Kamulah Satu-satunya’. It’s a ‘wow!’ movie mas! Bisa bikin tertawa dan haru sekaligus! Plok-plok-plok! Saya senang dalam film ‘Ayat2 Cinta’ nanti mas Hanung punya pandangan sendiri terhadap tokoh Fahri. Dan moga2 ketika menonton film ini nanti saya mendapatkan ’sesuatu’, yg tidak tergambarkan pd novelnya =).
    Goodluck ya! (sepertinya ada kemugkinan dapet piala Citra untuk kedua kalinya, hehehe.Itu juga kalo FFI masih ada, ups!)

  5. roro Says:

    Film Ayat-ayat cinta,kutunggu dech tayangnya…..
    kurasa akan jd film yang beda dari selama ini aq tonton..yang terkadang hanya mengikuti selera pasar,
    dan semoga gak terjadi seperti karya habbiburahman yg dibuat sinetron….he..he…
    Hmm, fedy nuril smg dapat memainkan karkter fahri dengan baik.

  6. tami Says:

    Ada senyum kecil yang tak henti mengembang saat membaca tulisan mu mas Hanung. Semoga ayat terakhir di tulisanmu itu mengiringi setiap hati yang membacanya… tak terkecuali dirimu. Ngomong2 Nurul kok sama ma aku ya keturunan Jombang, jadi berasa mirip. He….he…he

  7. tami Says:

    Ada senyum kecil yang terus mengembang sepanjang membaca tulisanmu, mas Hanung. Semoga ayat terakhir dalam tulisanmu jadi pengingatan setiap orang yang membacanya. Karena terkadang keangkuhan merambati jiwa tanpa terasa… Kok ternyata tokoh Nurul podo ambe aku sama2 dari Jombang jadi berasa mirip. Hue…he…he…SEMANGAD!!!Padahal aku pengen magang tapi dah penuh ma Raymond, dkk, ya :(

  8. tami Says:

    Ada senyum kecil yang terus mengembang sepanjang membaca tulisanmu, mas Hanung. Semoga ayat terakhir dalam tulisanmu jadi pengingatan setiap orang yang membacanya. Karena terkadang keangkuhan merambati jiwa tanpa terasa… Kok ternyata tokoh Nurul podo ambe aku sama2 dari Jombang jadi berasa mirip. Hue…he…he…SEMANGAD!!!Padahal aku pengen magang tapi dah penuh ma Raymond, dkk, ya :(

  9. Aulia Says:

    Setuju banget sama mas Hanung! Waktu aku baca novel AAC, aku merasa ceritanya mengada2, krn sosok Fahri digambarkan terlalu sempurna tanpa cacat, sampai menurutku tdk masuk akal. Sbg karya sastra, aku menilai AAC cukup lah, tdk bagus sekali.Tapi tentu saja aku sbg muslim sgt apresiatif dgn nilai2 dakwah di dlm novel AAC. Wah… kalo dibikin film sama mas Hanung, aku yakin bakal bagus bgt! aku pasti nonton!Sukses

  10. DN Says:

    Mas hanung,Anda pernah baca review film-film Anda di sineam-indonesia.com gak?semoga bisa membantu….

  11. DN Says:

    Mas hanung,Anda pernah baca review film-film Anda di sinema-indonesia.com gak?semoga bisa membantu….

  12. DN Says:

    satu lagi,Ledhek itu film apa mas?

  13. Hanung Says:

    Saya membaca sinema-indonesia.com terakhir untuk review film CAS. Setelah itu tidak lagi. Bagi saya situs itu adalah situs lucu-lucuan. Karena itu jauh dari tanggung-jawab. Sekalipun ditulis oleh orangt-orang pintar. tetapi dengan menyembunyikn identitas penulis, membuat saya menjadi tidak simpatik. tentu saja kritik pedas buat film saya sangat saya hargai. Tetapi dengan menyembunyikan identitas, bagaimana saya bisa hormat? Maaf sekali. review itu tidak membantu saya apapun.

  14. Thyo Says:

    kalo yang bikin mas Hanung percaya dech Film bakal keren… kapan shoot di kaironya mas…?? di tunggu nieh kedatangnya… (pengen belajar sama sutradara handal :D )

  15. Hanung Says:

    Maaf Thyo, kita tidak jadi ke Cairo. Karena ijin disana susah sekali. Kita pindahkan ke India. Disana, kita akan bangun Cairo di Industri Film India. Semoga saja tidak mengecewakan kamu.

  16. asrul Says:

    kaget juga sebenernya pas denger mas hanung mau mindah Ayat-ayat Cinta ke media visual (alias film)…saya juga sempet baca tapi ga sampe selesai karena bosen dengan ceritanya…bukannya saya anti dengan cerita2 seperti ini, tapi menurut saya cerita itu sangat jauh dari kenyataan tapi kayaknya mas hanung punya perspektif lain di film ini yang bikin saya penasaran…

    *note: justru menurut saya kesempuraan adalah dualisme komplementer yang memang dimiliki manusia, kekurangan dan kelebihan…semuanya saling melengkapi. ketidaksempurnaan seringkali jadi alasan manusia untuk berbuat salah dsb, bukannya tuhan memang menciptakan kita sebagai makhluk sempurna…

  17. Thyo Says:

    yah.. lumayan kecewa seh mas.. tapi gpplah kalo kondisi tidak memungkinkan mau gimana lagi kan…
    saya cuma bisa berdo’a semoga mas hanung sukses membangun Cairo di Industri Film India…

  18. MiGueL Says:

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    Aq ga sabar nunggu filmnya nih mas Hanung… padahal aq belum pernah baca novelnya.. makanya ada yang mau ngasih ga.. he..he..
    pokoknya smoga suxez aja.. n salam buat Rianti…

    Wassalamualaikum Wr. Wb.

  19. adi Says:

    aku tunggu filmnya, membangun kairo di india hmmm….. ditunggu pokoknya….
    moga ga mengecewakan…..

  20. adi Says:

    sukses buat mas hanung…

  21. indah Says:

    sumpah !!!!ini film yang akan saya tonton ke bioskop bersama suami, sesudah hampir 3 tahun, kita lebih memilih nonton film-film baru di DVD .

    terima kasih mas hanung, semoga film ayat-ayat cinta, bener-bener seperti yang saya angankan selama ini.

    salam
    indahkris

  22. rossa Says:

    akhirnya ketemu juga blognya dikau…ga nyangka banget kalo tokoh fahrinya fedi nuril,jauh banget dari bayangan…soalnya mau naksir org kayak fahri itu ga berani dah…ngeri,moga aja karakter fahri yang di film lebih nyata ada di dunia….siiip deh..saya and temen2 pada nunggu filmnya Hanung….sukses selalu ya….

  23. NaZLa Says:

    halo om hanung,,,,
    yup,,,kalo dg verbalitas,,,fachri perfect banget,,,jadi yg baca syirik, termasuk gue,,,hehhe,,,mudah2an bahasa film juga bisa gambarin indahnya ayat2 cinta yah,,,semangat…!!!
    Oya, get merried n jomblo seru, membumi juga,,,pasti Ayat2 cinta jadinya membumi juga deh,,hehhe,,,

    http://nazlahilal.multiply.com//

  24. Taufan Says:

    Mas Hanung, gimana kelanjutan film ini? Koq sampai skr tak ada kabar lagi?

    Katanya lg hunting lokasi di Semarang juga? Menarik juga nih, soalnya saya perhatikan kok Semarang lg laris jadi lokasi syuting film. Mulai dari Gie, hingga Kala. Maklum mas aku orang semarang. Kenapa ya mas?

    Semoga sampeyan bisa menerjemahkan ke film dengan baik. Amat sangat jarang konversi dari buku ke film berhasil dengan baik.

  25. Ayuku Says:

    pokoknya bagus lah..

  26. ninuch Says:

    Ass,mas hanung aq ikut terharu baca blog ini,wah semoga film ini sukses ya n bisa diterima masyarakat indonesia….
    The sky is not always blue n sun doesn’t always shine.It’s alright to fall apart sometimes. But every endless night will turn to morning.
    “Inna ma’al ‘usri yusro”
    SEMANGATTT…….

  27. Reza Yudha Says:

    Hmm.. saya nonton film-nya aja dah klo gitu…

  28. yOuDHy bORnEo Says:

    Mas Hanung, Semangat ya…saya penggemar setia film-film besutan tangan dingin seorang mas Hanung Bramantyo. Saya sangat appreciate dengan segala usaha Mas Hanung terhadap pembuatan film barunya “Ayat-ayat Cinta”. Jarang film lokal disuguhi cerita islami nan menyentuh hati dan mengangkat kisah seorang pemuda soleh yakni Fahri dengan segala kesahajaannya dan kepolosannya. Saya rasa tidak hanya masyarakat Indonesia yang notabene Muslim/Muslimah saja yang menonton Film ini, tetapi juga bisa ditonton oleh masyarakat lainnya yang berasal dari kalangan non Muslim. Cerita unik dan menggelitik yang membuat penasaran masyarakat dan menginterpretasikannya secara audio visual yang diambil dari Novel Ayat-ayat Cinta…
    Good Job Mas, Semoga sukses dan tetaplah berkarya menampilkan sesuatu yang terbaik buat bangsa ini…
    Ditunggu filmnya…
    Wassalaamu’alaikum Wr Wb.

  29. naDYa cuteh Says:

    ass,
    smoga mas hanung bisa buat ayat-ayat cinta jadi film yang bagus ya,
    cerita nya jgn ampe gak nyambung ya dgn novel na, ntar fans na ayat2 cinta na jadi nyesel….
    good luck ya……….

  30. noEy'Z Says:

    gw setuju banget sm smua yang mas hanung bilang..
    tentang tokoh fahri yang kyknya sempurna bgt..
    jujur,, klo pun ada orang dengan pmahaman agamanya kyak fahri, gw justru malah sangsi,,
    sosok fahri di novel tu rasa pengertiannya gde bgt,, dia ga maksain aisha untuk ngikutin gaya idup sederhanany fahri (dgan kata lain egonya sbg laki2 yg hrsny nentuin sgl sesuatu bwt keluarganya ia singkirkan)
    (klo g jlas omongnya sorry!!hehe.. tp intinya gw ngedukung bgt mas hanung yg sedikit merubah karakter fahri di film AAC,, biar AAC g jd film yg menjual ksempurnaan alias mimpi)
    trus waktu dia ngasih kado buat hadiah ulang taun nykapnya ma adenya maria,,
    slama ini yang gw tau justru orang yg pmahaman agamanya kyak fahri justru g mau ikut merayakan ultah seseorang,, even cmn ngasih kado doang.
    g yakin gw ada org kya gtu…

    …jujur,, gw ga nangis waktu baca novelnya..cuman berkaca-kaca doang!! tp pas pertama bgt gw liat trailer AAC gw merinding!!! SUKSES buat mas Hanung! AAC bkalan jd film yg paling dikenang spanjang masa!!
    gw jamin itu!! :)

  31. - Ar Rash - Says:

    Ayat-Ayat Cinta The Movie di tayangkan di Malaysia juga?.. Harap ditayangkan di Malaysia juga ya.. ^^ insya-Allah..

  32. vic Says:

    ass..
    Smoga kang hanum mendptkan pahala dr Allah SWT. akhirnya AAC keluar jug filmnya. kapan nih bikin film dr karya kang Abik lagi,kaya KCB 1&2…

  33. sidiqgandi Says:

    TEBAK GAMBAR
    Mas Hanung, gambar pyramid di atas hasil jepretan foto atau animasi?
    Coba perhatikan gambar awan yg ada di atas piramida.
    Awan tsb membentuk wajah seorang lelaki yg sedang tersenyum ke sisi kanan kita.
    Ada telinga, mata, dan bibir yg mengembang…
    Ataukah saya yg terlalu berimajinasi?
    Wallahu a’lam.
    Semoga AAC sukses Mas!

  34. puspa Says:

    SEMANGAT, jangan PAntanG menyerah, Bravo MAs Hanung

  35. Ace Says:

    Mas Hanung..

    Kapan Film nya tayang di bioskop?

    Uda ga sabar ni!

  36. sasti Says:

    ass. wr wb.
    apa kabar mas hanung ?
    jangan lama2 bersedih yah.
    insta allah apa yg mas hanung udah perjuangkan pasti menghasilkan buah yg manis.
    emang awalnya agak ragu, takutnya beda bngt ama novelnya.tp stlh membaca perjuangan mas selama ini, aku jd salut banget.sekarang aku gak bakalan nyaci maki film2 yg udah dibikin susah payah. kecuali kl film nya aneh en terlalu dibuat buat.
    jgn terpaku ama film2 yg layak jual aja tp harus mengandung pesan.jd setelah kluar bioskop kita dapat suatu pelajaran baru.
    oh yah salam buat para pemain dan krunya. setelah selesai film ini jgn lantas berubah krn omongan orang tetaplah jd diri sendiri.hidayah setiap orang itu waktu dan caranya datangnya berbeda2.
    terus berjuang yah.
    wass.wr.wb.

  37. just i am fath Says:

    saya harap juga seperti yang diulas mas hanung. saya ingin tokoh fahri tidak sesempurna rasul atau bahkan malaikat, tapi sama seperti manusia biasa yang punya kelemahan dan kealpaan.
    ada satu novel (2 mungkin, karena ceritanya nyambung) yang dikarang oleh ari nur. yang judulnya diorama sepasang albana sama dilatasi memori. kayaknya itu manusia banget tokohnya. bagus banget klo dibikin film. selain itu mengangkat ttg dunia arsitek juga. jarang-jarang kan film indonesia yang mengangkat tema arsitek yang kentel banget. pokonya chayo deh mas hanung, film AAc nya ko ngaret ya? ini udah awal 2008. mau akhir januari malah, ko filmnya masih blum edar sih mas … i am waiting niiii….

    makasih banyak ya mas u film-film nya …
    great !!!

  38. fiNa Says:

    ASs….,mas HaNung,setelah saya baca blog nie,,saya jd faham,knpa AAc ditunda penayangannya,,,,saya yakin mas,kl mas yang bikin nie film,,pasti bakal suXes dan jadi film terfavorit d taun 2008..,dan saya gag bakal telat deeh bwt nonton AAc,,,
    suxes bet mas hanung dan perfilman Indonesia..

  39. manda Says:

    assalam kang hanung
    makasih banget mau menjadikan novel AAC mjadi sebuah film. mog2 film ini bs mbuka hati qt sbg umat muslim dan sbgi bangsa Indonesia.
    keep the spirit of moslem ya kang
    wass

  40. EttY Says:

    Assalamu’alaikum……

    Mas Hanung,,dah lama banget nch nunggu Ayat-ayat cinta nya koq lom tayang2 sch????? tgl 28 itu dah pasti or Lom????? Serentak d bioskop seluruh Indonesia kan????

    Buat K’Fedi,,semangat!!!! Saya dukung K’Fedi yg jd Fahri… Mas Hanung mang ga salah pilih orang… Semangat Mas Hanung!!!! Thanks ya dah jadiin k’Fedi sbg Fahri….

    Sukses selalu…….

  41. heszzzttttt Says:

    ass..
    lama bget nii, kok blum tayang di jambi??

  42. DheeAnPART Two Says:

    smoga film ini bisa membuat smua insan beragama jadi damai…bkannya malah sombong2an en meninggikan agama masing2 ya mas hanung :)
    -binyo-

  43. FaZLi Says:

    assalamu’alaikum……..

    semua hal yang dijadikan Allah SWT tentu mengandung manfaat yang luar biasa..
    begitu pula karunia yang diberikan Allah SWT kepada kang abik melalui AAC…

    memang, Fahri klo dliat seolah sempurna…
    tapi sebenarnya tidak juga…
    coba dicermati lagi baik-baik..

    novel pembangun jiwa…
    akan berarti bila setelah membaca dan menelaah semua makna yang terkandung didalamnya kita coba hadirkan pula dalam keseharian kita…

    novel pembangun jiwa…
    berbeda dengan novel2 lainnya…

    sosok Fahri dengan segala hal baik yang dimilikinya sengaja diciptakan kang abik agar kita termotivasi untuk mencoba berubah menjadi lebih baik..
    kang abik mencoba memberikan ilmunya melalui ini…

    begaimana keseharian sosok ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari…
    belajar memahami Al-Qur’an, bekerja keras, pantang mengeluh, pantang sia-sia, pantang menjadi beban, pantang berdusta, pantang kotor hati, manajemen waktu, pemetaan hidup…dll
    semuanya adalah hal-hal yang sengaja dimunculkan untuk coba kita tiru dan amalkan..

    jadi, penempatan tokoh Fahri yang seperti itu adalah baik..
    kang abik ingin mengajarkan kita dengan hal-hal yang baik dan dapat diterapkan…

    itulah maksud
    NOVEL PEMBANGUN JIWA

    wassalamu’alaikum….

  44. Shafira Says:

    Benar kata Fazli..
    Kenapa kita takut menjadi sempurna? Dan justru takut orang tak menyukai kita karena adanya gambaran kesempurnaan?

    Ah…entahlah.. Jaman sekarang justru tokoh yang hancur berantakan, gokil, punya pemikiran-pemikiran ajaib, konyol yang membuat kita senang..
    Kesempurnaan semakin terasa membosankan…
    Sudah dekatkah Kiamat?
    Atau kiamat sudah dekat..?
    Allahu’alam..

  45. FaZLi Says:

    assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…

    alhamdulillah…
    saya sudah menonton AAC..

    selamat buat mas hanung atas usahanya…
    cukup terlihat kerja kerasnya…
    suasananya dapat terbangun..
    yah, tentunya sangat sayang karna tokohnya indonesia smua…

    point2 dakwah juga alhamdulillah masi cukup banyak terlihat dalam filmnya…
    tapi, saya sangat menyayangkan terhadap penokohan karakter fahrinya…
    jujur, jadi sedih rasanya fahri jadi digambarkan seperti itu…
    malah lebih bijak saiful daripada fahrinya…
    bukan menjadi tokoh tandingan…

    point dakwah penting yang hilang disini adalah “menundukkan pandangan…”

    padahal point seperti ini yang saya harap dimunculkan….
    bagaimana hubungan antara ikhwan dan akhwat….

    saya sudah membaca pada suatu artikel yang menyebutkan bahwa banyak point dakwah yang harus dikurangi ketika pembuatannya film ini…

    tapi tadinya saya harap point penting ini tak hilang…
    yang ada malah kebalikannya…

    smoga jadi masukan buat film2 dakwah berikutnya…
    “menundukkan pandangan….”

    bagaimanapun, mas hanung sudah luar biasa…
    andaikata saya belum membaca novelnya, film ini bagus sekali…
    benar2 bisa memberikan seteguk air zam-zam di padang sahara perfilm-an indonesia…

    semoga film2 bernuansa dakwah berikutnya terus bermunculan…

    mungkin “Ketika Cinta Bertasbih” di filmkan..
    insyaAllah….

    btw, selamat mas hanung….
    buat kang Abik…
    terus goreskan karyamu untuk membangun jiwa kami…

    wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh….

  46. FaZLi Says:

    assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…

    alhamdulillah…
    saya sudah menonton AAC..

    selamat buat mas hanung atas usahanya…
    cukup terlihat kerja kerasnya…
    suasananya dapat terbangun..
    yah, tentunya sangat sayang karna tokohnya indonesia smua…

    point2 dakwah juga alhamdulillah masi cukup banyak terlihat dalam filmnya…
    tapi, saya sangat menyayangkan terhadap penokohan karakter fahrinya…
    jujur, jadi sedih rasanya fahri jadi digambarkan seperti itu…
    malah lebih bijak saiful daripada fahrinya…
    bukan menjadi tokoh tandingan…

    point dakwah penting yang hilang disini adalah “menundukkan pandangan…”

    padahal point seperti ini yang saya harap dimunculkan….
    bagaimana hubungan antara ikhwan dan akhwat….

    saya sudah membaca sebelumnya yang menyebuitkan bahwa banyak point dakwah yang harus dikurangi ketika pembuatannya…

    tapi tadinya saya harap point penting ini tak hilang…
    yang ada malah kebalikannya…

    smoga jadi masukan buat film2 dakwah berikutnya…
    menundukkan pandangan….

    bagaimanapun, mas hanung sudah luar biasa…
    andaikata saya belum membaca novelnya, film ini bagus sekali…
    benar2 bisa memberikan seteguk air zam-zam di padang sahara perfilm-an indonesia…

    semoga film2 bernuansa dakwah berikutnya terus bermunculan…

    mungkin “Ketika Cinta Bertasbih” di filmkan..
    insyaAllah….

    btw, selamat mas hanung….
    buat kang Abik…
    terus goreskan karyamu untuk membangun jiwa kami…

    wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh….

  47. FaZLi Says:

    assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…

    alhamdulillah…
    saya sudah menonton AAC..

    selamat buat mas hanung atas usahanya…
    cukup terlihat kerja kerasnya…
    suasananya dapat terbangun..
    yah, tentunya sangat sayang karna tokohnya indonesia smua…

    point2 dakwah juga alhamdulillah masi cukup banyak terlihat dalam filmnya…
    tapi, saya sangat menyayangkan terhadap penokohan karakter fahrinya…
    jujur, jadi sedih rasanya fahri jadi digambarkan seperti itu…
    malah lebih bijak saiful daripada fahrinya…
    bukan menjadi tokoh tandingan…

    point dakwah penting yang hilang disini adalah “menundukkan pandangan…”

    padahal point seperti ini yang saya harap dimunculkan….
    bagaimana hubungan antara ikhwan dan akhwat….

    saya sudah membaca sebelumnya yang menyebuitkan bahwa banyak point dakwah yang harus dikurangi ketika pembuatannya…

    tapi tadinya saya harap point penting ini tak hilang…
    yang ada malah kebalikannya…

    smoga jadi masukan buat film2 dakwah berikutnya…
    menundukkan pandangan….

    bagaimanapun, mas hanung sudah luar biasa…
    andaikata saya belum membaca novelnya, film ini bagus sekali…
    benar2 bisa memberikan seteguk air zam-zam di padang sahara perfilm-an indonesia…

    semoga film2 bernuansa dakwah berikutnya terus bermunculan…

    mungkin “Ketika Cinta Bertasbih” di filmkan..
    insyaAllah….

    btw, selamat mas hanung….
    buat kang Abik…
    terus goreskan karyamu untuk membangun jiwa kami…

    wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh….

  48. Puzt Says:

    aq sk……………………………………………. bgt ama filmx apalagi pemainx ckp2…………………………………………

  49. nophnoph Says:

    mas hanung… film’a bagus bgt.
    wlopun sy blm pnh baca novel’a..
    saya merasa batin saya ikut terbawa dgn kisah2 rumit yg di hadapi fahri.
    1 adegan yg paling saya kagumi ketika fahri didalam penjara yg membutuhkan kekhusyukan dlm solat’a.. krn sy sndri bs merasakan kesedihannya.
    oh ia.. 1 lg. selain cerita’a, mata sy dimanjakan melihat pmndangan mesir.hehe

  50. muhammad Says:

    Great job…film yang bagus ditengah gersangnya film indonesia yang berkualitas. Ada rencana untuk memutar film ini di mid east enggak bos…kalo melihat tema dan settingnya kayaknya bakalan booming juga..selamat dan terus berkarya bos

  51. zuwl Says:

    seisi rumah saya ajak nonton filmnya AAC. Cukup dua kata ” TOP BGT “.
    Truss berkarya !!!

  52. Eisen Says:

    Saya setuju dengan mas hanung..fahri di novel terlalu perfect..nyaris tanapa cacat..pada paruh pertama novel..
    saya harap mas hanung terus memberi karya yang bermutu

  53. iiiIIInntaan Says:

    mas hanung…saya baru saja nonton film ini…seneng,,bagus! good job!
    seneng ngeliat sosok Riyanti yang bisa bener-bener berbeda…*cuantik bgt…Riyanti pake cadar terus ajah iiiaaa???? maunya…hehe*
    dan setelah nonton film ini aku jatuh cinta bgt ama sosok Aisha.
    menrutku yg perfect malah justru bukan fahri (kalo diliat filmnya,,,) tapi yg perfect itu aisha. entah kenapa aku di filmnya agak kurang respect sama maria.
    padahal aku salut bgt ma ending waktu maria meninggal,,,dia meninggal dengan cara yg bener” mulia (di novel) ngga pake acara ngebuat aisha sakit hati….

    intinya, di film, yg terTOP itu aisha, dia lakuin dan jabanin semua hal sampe harus ngrelain suaminya cuma buat suaminya bahagia,…lha maria? cuma gara” ditinggal fahri aja nyampe sakit parah….gajebo!!!

    hehe sedikit subjektif sih..
    tapi at all filmna bagussss…selamat ya mas!

  54. Maryam Says:

    The Best Indonesian Movies!!!!!
    Alhamdulillah..
    Thanks banget udah menggarap Filmnya!!
    FiLm seperti ini adalah film yg udah lama ditunggu…

    btw,, Jadi berharap, Laskar Pelangi bisa dijadikan FiLm juga ga y??
    ditunggu banget Loh..
    saya bisa percaya bila digarap oleh Mas Hanung!!!

  55. Guruh Says:

    Syukur alhamdulilah
    mas sudah merubah pola pikir bangsa indonesia mengenai kejujuran ikhlas dan sabar.

    Dakwah lewat film ….
    itu dapat menjadi alat dakwah bagi bangsa kita yang sedang kacau

    kalau filmnya kukira lebih bagus daripada novelnya.

    sukses selalu mas

  56. CoLiq Says:

    ^_^
    baru jelas sekarang, kenapa Filmny aga beda dengan Versi Novelnya :)
    Saya sudah baca novelnya dr awal, Jujur sy aga kecewa setelah lihat filmnya.

    Tapi setelah baca posting ini dan posting kisah produksi AAC, sy jadi mahfum :)
    Kita tunggu karya Lainnya Mas..
    Well Done :D

  57. wNfien Says:

    mas Hanung saya sangat menyukai novel or film AAC…coz karna setelah aku baca novel AAC hidup aku tuh jadi Lbih tenang dari yang sebelumnya.

    makasih ya mas dah nyiptain novel sebagus itu.

  58. boy panuwun Says:

    q salut ma mas HAnuNg tu FilM bagai air Di padang pasir bauat industri film di indonesia…
    mau crita ny mas seorang penjaga perpustakaan da skul gue tu canttikk bgt pokonya teope begete gto deh
    tapi sayang dia nasrani…….
    sebenarnya temen2 gue juga sependapat ma gue..
    tapi yang namanya hidayah…
    gag disangkla-sangka
    tu penjaga(20 th cew tulen..)
    suatu ketika baca ayat2 cinta di pojokan.. pas sepi
    eh gag taunya baru 2 hari yang lalu dia jadi mualaf…truz gue jga pernah denger dia tu susah banget mo dapetin tiket AAC..
    gto critanya…
    moga2 karya yang lain dapat menginspirasikan orang untuk kembali ke islam..
    asssalamualaikum mas..hanung

  59. eef Says:

    mas hanung, mas hanung bisa aja buat film AAc jadi membuming di Indonesia, trus berkarya dan berjuang dengan film reigi mu mas, kalo ada yang bilang AAC g baguz anggap aja tuh orang iri g bisa bwt film bagus n gak kenal dunia film. iya gak??? wish u luck.

  60. syah Says:

    Salam.. aku da tgk ckit2 filem ya.. ckup baik bgt.. Plzz.. tayag d MALAYSIA yaa.. ramai peminat di cn tgu filemnya.. moga dteruskn karyanya begini mas hanung.. =)

    Saudara Islami..=)

  61. ' ' ' ' 'winni Says:

    Hahahahahahahagz. .
    Keren banged filmnya, kata Kakak saya sih, filmnya gak sebagus novelnya, tapi filmnya juga keren karena bisa mengarah ke inti cerita.
    Bang Hanung mungkin gak akan baca comment saya yang mungkin menurut bang hanung gak penting ini, tapi saya cuma mau bilang kalo film bang hanung keren banget, bukan cuma AAC tapi film-film lain kaya CAS, Jomblo, get married.
    Suatu hari, InsyaAllah (jika Allah menghendaki), saya ingin seperti bang hanung yang bisa menciptakan film agama dan membuat para penontonnya bukan cuma terhibur, tapi juga terinspirasi, tergugah, terharu, bisa mendapat manfaat LEBIH dari filmnya yang ditontonnya. Bukan hanya mencari kesenangan, hiburan atau buang-buang duit belaka.
    Wish u all the best brother.
    Assalamualaikum.

  62. kiky Says:

    demi Allah film ini bagus banget….semua artis yang berperan disini semuanya sesuai dengan karakter yang diberikan. apalagi si fedi nuril cakep banget. seharusnya dia cinloknya sama rianty wae. tapi sama carissa juga boleh…..semoga kapan2 ada kelanjutannya lagi ya…….

  63. leo Says:

    Mas hanung sorry sy kmren nonton film AAC yg bajakan, soalnya sy gi diluar negri jdnya ga ada di bioskop sini.

    skli lg sory ya
    ^_^

  64. eka Says:

    Kalau setting nya cairo mungkin lebih syahdu ya mas

  65. nadhila Says:

    Mas Hanung, meski pun dari segi cerita saya agak kecewa sama film AAC, tapi saya sangat terkesan dan menyukai film tersebut. Penggambarannya sungguh luar biasa. Dan waktu tau Mas Hanung yg bakal buat film AAC, saya jd lgsung nunggu2 bahkan pertama kali saya baca novelnya sehari sebelum saya nonton filmnya. Setelah baca tulisan2 Mas Hanung ttg AAC, sekarang saya mengerti kalau sebuah film yg diangkat dari novel dan tidak persis dengan filmnya bukanlah suatu kesalahan. Tapi sisi lain, visualisasi dari cerita tersebut yg diinterpretensikan (bener nggak sih kata2nya, mas?) oleh orang lain yaitu sutradara.

    Saya juga suka film-film Mas Hanung lainnya, kereeen!! Saya suka cas (film yg keren BGT), jomblo (penggambaran dan ceritanya mantabh), pokoknya semuanya kereen!

    Tapi belum nonton doa yg mengancam sih, hehe.

  66. nadhila Says:

    mas mau ngisi seminar di sekolah saya nggak?

  67. NeiteNorb Says:

    Hey! I love your site ;-) If you r looking for Paid Surveys this is the site for you.
    Start advancing your paychecks on http://tinyurl.com/9pul65

Leave a Reply